Uji Nyali Lewat Hobi Ini : Fotografi Hantu

Gaya hidup kini masa kini bisa dibilang makin beragam. Berbagai macam hobi dan kegemaran telah terfasilitasi dengan berbagai perlengkapan dan peralatan. Salah satu hobi yang sudah cukup terkenal dan memiliki cukup banyak peminat adalah fotografi.

Syarat utama untuk melakukan hobi ini adalah memiliki kamera. Jika ingin lebih mengeksplore secara luas maka tentu saja butuh kamera yang lebih profesional. Sebagaimana ingin membangun masjid yang indah, maka karpet masjid nya pun harus karpet yang berkualitas

Fotografi pada ummnya adalah fotografi pemandangan, fotografi binatang/satwa liar, wedding, makanan, model, fashion dan lain lain.

Contohnya memotret pemandangan orang yang sedang sujud di atas karpet masjid pun juga sebuah seni.

Namun kini hobi tersebut makin meluas dan bahkan alat utama kamera yang digunakan untuk menangkap objek fotografi pun turut di maksimalkan fungsinya.

Tahukah anda bahwa lewat bantuan kamera tertentu, kita dapat mengambil gambar benda-benda yang selama ini tidak dapat dilihat oleh mata manusia. Bagaimana bisa?

Aktivitas memotret sendiri pada dasarnya adalah seni melukis dengan menggunakan bantuan cahaya. Semua benda di sekeliling kita, baik yang di dalam ruangan maupun di luar ruangan, bisa kita jadikan objek fotografi yang menarik

Secara umum, seorang fotografer akan memotret objek-objek yang tampak di sekelilingnya. Namun, selain objek-objek yang tampak, bagi mereka yang percaya, sebenarnya adapula objek-objek yang tidak tampak oleh mata kita. Sebagian orang menyebut hal tersebut sebagai sebagai makhluk halus, hantu, jin, roh hingga lelembut.

Uji Nyali Lewat Hobi Ini : Fotografi Hantu

Fotografi Hantu Juga Perlu Skill

Lalu apa yang di maksud dengan fotografi hantu? Lebih ekstrem dari fotografi satwa liar, fotografi hantu merupakan salah satu genre yang memfokuskan pada upaya menangkap citra atau mengambil gambar objek-objek yang selama ini tidak bisa dilihat oleh mata kita.

Sebenarnya fotografi hantu mulai menarik perhatian orang sejak akhir abad ke-19 di barat.

William Mumler kerap disebut sebagai salah seorang tokoh fotografi hantu berkat hasil fotonya yang secara tak sengaja memotret sebuah sosok misterius yang diyakini merupakan sosok hantu pada tahun 1860-an.

Sama seperti genre fotografi lainnya, meski fotografi hantu, namun genre ini juga tetap butuh penguasaan teknis, contohnya pemilihan kamera, penggunaan jenis lensa, penggunaan bukaan diafragma maupun pilihan ISO serta filter. Itu berarti, tidak bisa asal jeprat-jepret menggunakan kamera.

Jika tertarik dengan genre fotografi ini, maka diharuskan untuk belajar secara otodidak dengan cara membaca buku-buku maupun bahan-bahan bacaan yang tersebar di internet terkait fotografi hantu. Selain itu bisa juga belajar langsung dengan cara menjadi anggota komunitas fotografi hantu.

Di Indonesia, sudah ada beberapa komunitas fotografi yang khusus mewadahi orang-orang yang memiliki minat dalam fotografi hantu. Adapun salah satu aktivitas utama dari komunitas adalah berburu (hunting) foto hantu .

Hal yang tak kalah penting disamping kemampuan teknis dalam fotografi hantu adalah nyali. Sebab tempat berburu foto tentu saja adalah tempat tempat yang angker seperti bangunan kosong, gedung tua, kuburan, hutan, dan lain lain. Sehingga bagi yang penakut, tidak disarankan untuk menekuni fotografi hantu maupun bergabung dengan komunitas fotografi hantu.

Add Comment