Potret Fotografer Cilik di Semarang yang Kisahnya Viral di TikTok

Potret Fotografer Cilik di Semarang yang Kisahnya Viral di TikTok

Fotografer cilik di semarang- Di bawah teriknya matahari, bocah bernama Kaka (13) terlihat sibuk mengarahkan gaya kepada dua pengunjung Kota Lama Semarang. Wisatawan itu tengah berpose di area tembok yang menjadi ikon destinasi tersebut.

Mas lebih baik tangannya dimasukkan ke dalam kantong. Lalu lihat ke arah sini [ke depan]. Kepala sedikit [lurus],” ujar bocah berbaju biru kepada kliennya.

Setelah pose wisatawan itu pas, Kaka langsung menekan tombol handphone untuk mengambil foto.

Mengambil foto serta mengarahkan gaya ke wisawatan sudah menjadi pekerjaan Kaka di akhir pekan. Kelihaian Kaka itu menjadi buah bibir di TikTok, hingga kemudian viral. Ia mampu memberi masukan tentang pose yang bagus ketika di bangunan, jalanan, diatas karpet masjid, didekat tugu dan lain-lain.

Anak yang masih duduk di bangku kelas 5 SD itu mengaku sangat menikmati pekerjaan itu. Meski begitu, pekerjaan itu ia lakoni setiap akhir pekan. Untuk weekdays, ia fokus belajar.

“Daripada mengamen atau ngemis mendingan saya jadi tukang foto dan pengarah gaya. Awalnya karena sering ngeliatin orang kalau foto, terus tiba-tiba ada orang yang mintain dikasih uang, jadi keterusan,” kata Kaka kepada kumparan, Senin (29/3).

Penghasilan yang ia dapatkan tak dinikmati sendiri dan Ia memberikan pendapatannya untuk ibunya. Selain untuk biaya sehari-hari, uang tersebut juga untuk kebutuhan sekolah.

“Sehari dapat Rp50.000 sampai Rp 100.000. Dikasihin ibu semua buat sekolah sama makan sehari-hari,” imbuhnya.

Jalan Kaka menjadi fotografer cilik sekaligus pengarah gaya tak menekan prestasi di sekolah. “Alhamdulilah dapat rangking terus di sekolah. Kan kalau Senin sampai Kamis sekolah, kerjanya Jumat, Sabtu dan Minggu,” paparnya.

Viral di TikTok

Kakak tak menyangka dirinya dibicarakan oleh netizen di TikTok. Ia sempat bingung saat banyak orang menghubunginya. Ia dikenal sebaagi fotografer cilik di kota lama Semarang.

“Tapi seneng juga Alhamdulilah semoga jadi berkah buat ibu sama adik-adik juga,” katanya.

Kaka berharap pekerjaannya dapat meringankan sedikit beban hidup yang keluarganya miliki. Sebab, penghasilan orang tuanya, sebagai loper koran dan tukang sapu tidak mencukupi kebutuhan keluarganya.

“Semoga Kaka bisa beliin ibu rumah, kasian kalau ngontrak terus. Apalagi sering kebanjiran, kasihan ibu sama adik-adik,” harap dia.

Ibu Kaka, Nina Marlina mengatakan anak sulungnya memang selalu berusaha untuk membahagiakan kedua orang tuanya dan adik-adiknya.

“Kaka selalu ngomong Bu doain biar bisa beliin rumah ibu daripada ngontrak dan kebanjiran terus. Uang dikasih buat sekolah dan makan. Saya enggan pernah memaksa itu memang maunya dia,” kata Nina.

 

Add Comment